FRESTEA
Frestea merupakan produk dari Coca-Cola Bottling Indonesia yang merupakan salah satu produsen dan distributor minuman ringan terkemuka di
Frestea - produk inovatif minuman siap saji (RTD) yang secara khusus dirancang untuk memuaskan seluruh panca indera konsumen Indonesia. Merek ini dikembangkan secara lokal dan merupakan bagian dari Beverage Partners Worldwide (BWP), yaitu perusahaan patungan hasil kemitraan yang sukses antara The Coca-Cola Company dan Nestle, SA.
Frestea dikembangkan untuk menangkap pengalaman dalam menikmati teh tubruk, dengan rasa, aroma, dan warna menjadi faktor terpenting dimana konsumen bisa membedakan kualitas sebuah produk. Cita rasa tehnya yang sangat khas dan inovatif tercipta melalui sajian aroma melati yang menyenangkan dan rasa teh yang unggul. Botolnya yang unik menonjolkan kualitas rasa teh asli, dengan tekstur emboss dua elemen daun yang saling bersilang.
Frestea diproduksi dengan menggunakan standar kualitas tinggi The Coca-Cola Company, menggunakan teknologi tinggi dan didukung oleh proses produksi higienis.
Frestea memilki kualitas yang sama. Untuk tahap awal, peluncuran produk ini difokuskan di
PRODUKSI DAN DISTRIBUSI
Semua produk yang dijual dan didistribusikan oleh Coca-Cola Bottling Indonesia diproduksi di
Semua pabrik diwajibkan mematuhi dan bahkan kerap kali melampaui berbagai ketentuan internasional dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan secara teratur melaksanakan audit di bidang pengawasan mutu, lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja. Minuman Coca-Cola sebelum sampai ke tangan konsumen berawal dari bahan
Kebijakan penjualan dan distribusi secara menyeluruh diarahkan oleh National Office di Cibitung, Bekasi, namun penerapan kebijakan tersebut dilaksanakan oleh para manajer operasional dan regional yang handal dan berpengalaman beserta staf mereka.
Pabrik Coca-Cola di Indonesia terbuka untuk kunjungan bagi semua lapisan masyarakat, kalangan pendidikan, instansi pemerintah/swasta, organisasi sosial dll. yang ingin melihat langsung proses produksi yang higienis dan berkualitas.
Diperkirakan lebih dari 80% produk-produk Freastea dijual melalui para pengecer dan grosir dimana 90% diantaranya termasuk dalam kategori pengusaha usaha kecil, dan mereka mempekerjakan kurang dari lima karyawan dengan omset penjualan per tahun kurang dari Rp. 1 milyar.
Tim penjualan frestea yang sangat besar tidak saja menjual produk-produk frestea kepada para pelanggan, tetapi mereka juga memberikan saran bagaimana sebaiknya mereka menjual produk-produk Coca-Cola. Supervisor penjualan juga teratur mengunjungi para pelanggan dan memberikan bimbingan, serta menampung masukan yang disampaikan para pelanggan.
Kebijakan penjualan dan distribusi secara menyeluruh diarahkan oleh National Office di Cibitung, Bekasi, namun penerapan kebijakan tersebut dilaksanakan oleh para manajer operasional dan regional yang handal dan berpengalaman beserta staf mereka.
Bagi perusahaan Coca-Cola, kualitas lebih dari sekedar apa yang dirasakan, dilihat, diukur atau dikelola. Kualitas menjadi sebuah keutamaan dalam setiap tindakan kami.
Semua fungsi dan jajaran organisasi, mulai dari produksi, pemasaran, distribusi, keuangan, layanan pelanggan dan konsumen, bekerja keras untuk mengembangkan praktek-praktek yang terbaik di industri minuman.The Coca-Cola Quality System merupakan landasan kebijakan coco cola terhadap pengawasan mutu - yang memotivasi untuk bertindak memenuhi dan bahkan melampaui berbagai standar kualitas, baik itu merupakan standar internasional maupun standar yang ditetapkan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku di Industri makanan dan minuman.
Frestea memiliki Consumer Response Teams dan program-program yang dilaksanakan di semua area operasi di seluruh Indonesia untuk menampung setiap masukan yang disampaikan oleh para konsumen dan pelanggan festea, yang kemudian meneruskan masukan tersebut kepada pihak-pihak yang tepat di dalam perusahaan untuk menjamin bahwa standar kualitas produk yang tinggi tetapterjaga
Masukan dari pelanggan sangat berharga untuk memastikan standar kualitas produk tetap terjaga.
Semua pabrik melaksanakan audit secara berkala dan menjalankan praktek-praktek terbaik di bidang perlindungan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja - mulai dari pengelolaan dan pemanfaatan kembali limbah produksi hingga berbagai program kesehatan dan keselamatan kerja.
Selain senantiasa berupaya meraih kepuasan dengan melakukan hal-hal yang terbaik, tanggung-jawab FRESTEA juga tertuju pada masyarakat
PEMASARAN
Frestea memiliki beberapa program untuk mendukung penjualan dan pemasaran produk-produk nya. yaitu:
-ProgramPromosi
Frestea mempunyai program promosi yang beragam, yang tidak hanya untuk meningkatkan penjualan dan pemasaran, tetapi juga meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk nya.
-LayananKonsumen
Di Coca-Cola, Customer Service System (CSS), sistem pelayanan pelanggan produk ini, didesain untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen secara terus-menerus terhadap produk-produk Coca-Cola dengan menyediakan pelayanan yang optimal kepada seluruh pelanggan.
-AreaMarketingContractor
Terbatasnya sumberdaya dan kemampuan untuk melakukan pengembangan daerah tertentu, mendorong Coca-Cola untuk secara serius dan berkesinambungan mengembangkan jaringan Distribusi Tak langsung ke UKM di Indonesia. Sistem Distribusi ini mengandalkan dua kelompok usaha kecil dan menengah yang terbagi dalam dua kelompok besar: Area Marketing Contractor (AMC) dan Street Vending.
-LayananPendinginProduk
Riset membuktikan bahwa 90% konsumen kami lebih menyukai membeli produk-produk Coca-Cola dalam keadaan dingin. Hal ini menunjukkan bahwa peranan Cold Drink Equipment (peralatan pendingin) sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan penjualan dan mendorong tingkat keuntungan para pelanggan frestea.
-HoReCa
Dengan bekerjasama dengan berbagai Hotel, Restaurant, dan Café ternama, frestea memberikan beragam penawaran menarik melalui program HoReCa ini.
Dedikasi terhadap konsumen
Adanya keterbatasan kemampuan pengusaha di sektor informal (pengusaha mikro) dalam mengelola usahanya mendorong Coca-Cola Bottling Indonesia mewujudkan kepedulian sosialnya dengan memprakarsai program ekonomi kemasyarakatan berbentuk program pengembangan usaha mikro (Coca-Cola Micro Enterprise Development Program).
Program pendampingan dan pendidikan bagi kelompok usaha ekonomi lemah ini diluncurkan pada Juli 2003 lalu dan memiliki dua elemen pokok bantuan.
Pertama, bantuan teknis (technical assistance) pengembangan dan pendampingan usaha mikro yang didukung sepenuhnya oleh Coca-Cola selama satu tahun. Pendampingan ini dimaksudkan untuk memberdayakan anggota kelompok, meningkatkan jumlah tabungan atas kesadaran sendiri, serta mengembangkan kegiatan usaha produktif anggota dan pengembangan jaringan usaha.
Kedua, akses terhadap modal kerja yang diberikan oleh lembaga pembiayaan independen atau bank (diluar Coca-Cola). Pelayanan keuangan mikro seperti ini diberikan hanya bagi mereka yang memenuhi kriteria ketat, antara lain: secara rutin memiliki kesadaran berkelompok dan berkembang dalam kelompok, secara rutin dan tepat waktu menabung, serta berdomisili tetap. Dalam melaksanakan dua pelayanan tersebut, Coca-Cola bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat "Bina Swadaya", sebuah lembaga nirlaba yang berpengalaman dalam mengelola program sejenis di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini telah berhasil dikembangkan di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, dan kini telah melayani lebih dari 320 orang pengusaha mikro. Menurut rencana, program serupa akan dikembangkan tahun ini di Propinsi Jawa Timur
Graduate Trinee Program
Coca-Cola Bottling Indonesia menyadari bahwa kompetisi dan tantangan bisnis ke depan akan bertambah kompleks, sehingga diperlukan strategi untuk memperkuat organisasi bisnis. Salah satu tantangan tersebut adalah untuk mempersiapkan para pemimpin masa depan dalam perusahaan.
Oleh karena itu CCBI membuat suatu program yang dinamakan Graduate Trainee Program (GTP), yang merupakan bagian dari pengembangan SDM. GTP merupakan pelatihan terstruktur selama satu tahun bagi professional muda/lulusan baru untuk membentuk pemimpin masa depan yang dinamis, berdedikasi tinggi dan tanggap.
Kami mengajak kandidat muda yang bersemangat dan berinovasi untuk bergabung dengan Program ini melalui area pilihan sebagai berikut:
- Sales & Marketing
- Technical Operations & Logistics
- Finance
- Human resources
- Business Services
Jika anda mempunyai semangat untuk maju, mencari kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menyukai tantangan, bergabunglah dengan
GRADUATE TRAINEE PROGRAM di Coca-Cola Bottling Indonesia.
Anda akan menjalani program pengembangan selama 12 bulan yang akan membekali anda dengan kemampuan kepemimpinan dan professional yang dibutuhkan dalam mencapai keberhasilan di perusahaan multinasional. Dibutuhkan komitmen yang kuat untuk menghadapi tantangan ini sebagai kesempatan untuk berkembang. Jika anda bisa melalui seluruh proses development ini, anda akan menjalani peran sebagai pemimpin dan dapat menikmati remunerasi yang menarik.
Untuk bisa bergabung, anda harus Sarjana lulusan universitas terkemuka dengan nilai yang baik, diutamakan S2 dan memiliki pengalaman kerja maksimal 1 tahun. Anda harus mempunyai pengalaman akademis yang sangat baik dan kegiatan ektrakurikuler. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia yang baik. Bersedia untuk bepergian dan siap ditempatkan di seluruh Indonesia.
Industri Minuman Ringan
Di Indonesia, minuman ringan mudah sekali diperoleh di berbagai tempat, mulai dari warung sampai toko-toko kecil. Minuman ringan dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga independen (LPEM Universitas
Pada tahun 1999, 85% dari konsumen bulanan minuman ringan mempunyai pendapatan rumah tangga rata-rata di bawah Rp 1 juta (US$ 100) per bulan. 46% diantara mereka berpenghasilan kurang dari Rp 500.000 (US$50).
72% konsumen mingguan mempunyai penghasilan rata-rata kurang dari Rp 1 juta perbulan lebih dari 40 % diantara mereka adalah pelajar karyawan paruh waktu dan para pensiunan.
Dengan konsumsi minuman ringan yang sedemikian luasnya, produk minuman ringan bukanlah barang mewah melainkan barang biasa. Industri minuman ringan memiliki potensi yang amat besar untuk dikembangkan dengan jumlah konsumsi per kapita yang masih rendah dan penduduk berusia muda yang sangat besar.
Saat ini, Indonesia mencatat tingkat konsumsi produk-produk Coca-Cola terendah (hanya 13 porsi saji seukuran 236 ml per orang per tahun), dibandingkan dengan Malaysia (33), Filipina (122) dan Singapura (141). Karena minuman ringan merupakan barang yang permintaannya elastis terhadap harga, berbagai upaya dilakukan agar harga produk-produk minuman ringan tetap terjangkau.
Dibandingkan dengan Indonesia, konsumsi minuman ringan di negara tetangga jauh lebih tinggi (Indonesia:13; Malaysia:33; Filipina:122). Untuk ilustrasi, pada tahun 1977, konsumen bisa membeli 11 botol kecil minuman ringan mengandung soda atau teh siap minum dengan upah minimum harian di Jakarta dan 13 botol pada tahun 2001. Namun, sebagai perbandingan terhadap produk permen yang menaikkan harga, konsumen bisa membeli 205 permen dengan upah yang sama pada tahun 1997 dan hanya 136 pada tahun 2001.
SISTIM INFORMASI
Sistim informasi merupakan bentuk pengaruh evolusi teknologi terhadap dunia usaha dewasa ini. Peran penting sistem informasi terhadap kinerja bisnis, pengembangan sumber daya manusia dan nilai tambah lainnya, terutama bagi pemegang saham, membutuhkan tim yang berdedikasi tinggi dan profesional dalam bidang manajemen sistem informasi.
Tantangan akan muncul sesuai dengan kebutuhan. Setiap tantangan harus ditangani sesuai prioritas guna menjamin kepuasan terhadap jasa layanan pelanggan dalam skala bisnis yang luas. Perusahan ini menggunakan sistem terintegrasi yang menghubungkan seluruh aspek bisnis. Terlepas dari fokus dari aktifitas baik berupa supply chain, financial, atau yang berhubungan langsung dengan kegiatan penjualan, manfaat dari sistem informasi akan dirasakan oleh seluruh komunitas bisnis kami.
Salah satu manfaat terpenting dari investasi CCBI pada teknologi sistem informasi selama lima tahun terakhir adalah dengan meningkatnya kemampuan karyawan di seluruh level organisasi kami.
Masa depan akan menjelang. Teknologi akan terus berkembang dan menciptakan peluang baru untuk peningkatan produktifitas sumber daya manusia.
Kemampuan karyawan untuk menggunakan informasi akan terus meningkat, kualitas infrastruktur publik akan meningkat, dan pelanggan akan membangkitkan kebutuhan akan layanan baru seiring kemajuan teknologi. Seluruh hal tersebut membutuhkan dukungan dari tim yang profesional dalam organisasi kami.Departmen IS akan melanjutkan kemitraannya dengan pimpinan dari setiap lini bisnis internal, serta ikut membantu meningkatkan kualitas SIFO.
STRATEGI PERSAINGAN
Salah satu strategi PT.CCA dalam menghadapi persaingan adalah dengan melakukan penelitian, tujuan dari penelitian ini adalah :
(1) Mengidentifikasi atribut-atribut produk apa yang menjadi pertimbangan konsumen dalam mengkonsumsi Minuman teh dalam kemasan botol,
(2) Menganalisa persepsi dan sikap konsumen terhadap atribut-atribut produk yang terdapat pada minuman teh dalam kemasan botol merek Frestea.
(3) Merumuskan implikasi manajerial bagi perusahaan dalam menghadapi persaingan.
Penelitian ini dilakukan di Bogor sebagai salah satu bagian dari sales center PT. CCA Indonesia.
Sales center memiliki peran untuk meningkatkan penjualan dalam wilayahnya, di antaranya dengan mempelajari persepsi, sikap dan perilaku konsumennya dalam mengkonsumsi minuman teh dalam kemasan botol khususnya merek Frestea. Waktu penelitian dimulai pada bulan Desember 2004 hingga bulan Februari 2005. Pengumpulan data primer dilakukan melalui survei terhadap responden yang merupakan representasi populasi penduduk Kota Bogor. Teknik pengambilan contoh yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kombinasi teknik probability sampling dan non -probability sampling dengan jumlah contoh sebesar 100 orang. Jumlah contoh pada setiap kecamatan ditentukan secara proporsional.
Pengambilan unit-unit contoh dilakukan pada para penghuni perumahan penduduk yang terletak di setiap kecamatan.
Pemilihan para penghuni perumahan penduduk dilakukan sebagai Pepresentasi dari populasi warga Kota Bogor dalam penelitian ini.
Penentuan nama perumahan yang dipilih dilakukan secara probabilistik, yaitu dengan teknik acak sistematis (systematic random). Setiap kecamatan diambil dua nama perumahan sehingga diperoleh 12 nama perumahan.
Setelah nama perumahan diketahui maka selanjutnya adalah menentukan rumah yang didatangi. Penentuan rumah-rumah yang didatangi dilakukan dengan menggunakan nomor rumah berdasarkan nomor rumah genap dan ganjil secara probabilistik, yaitu dengan teknik acak sistematis (systematic random).Pemilihan responden sebagai unit contoh dilakukan secara convenience berdasarkan kesediaan responden untuk diwawancarai.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh atribut-atribut yang menadi pertimbangan konsumen dalam mengkonsumsi minuman teh dalam kemasan botol. Atribut-atribut itu adalah : (1) harga, (2) volume atau isi, (3) aroma, (4) citarasa teh murni, (5) variasi rasa, (6) rasa manis, (7) rasa pahit getir, (8) merek terkenal, (9) kemudahan memperoleh dan (10) kebersihan botol, isi dan tutup.
Kesepuluh atribut ters ebut memiliki persepsi kepentingan yang berbeda menurut responden. Berdasarkan hasil pemetaan persepsi responden diperoleh gambaran persepsi responden di mana Frestea dinilai unggul pada atribut kebersihan botol, isi dan tutup, volume dan variasi rasa, sedangkan Teh Botol Sosro dinilai unggul pada atribut harga, aroma, citarasa teh murni, rasa manis, rasa pahit, merek terkenal dan kemudahan memperoleh. Berdasarkan hasil analisisiplot dapat dibuat positioning produk Frestea dibandingkan dengan Teh Botol Sosro berdasarkan atribut-atribut produk. Positioning atribut produk yang melekat pada Frestea adalah kebersihan botol, isi, dan tutup, volume dan variasi rasa. Hasil analisis sikap multi atribut Fishbein terhadap Frestea dan Teh Botol Sosro menunjukkan nilai skor sikap total Frestea sebesar 127,62 lebih kecil dibandingan Teh Botol Sosro sebesar 143,7. Bagi produsen
Frestea hal ini mengindikasikan bahwa Frestea kurang disukai oleh konsumen dibandingkan dengan Teh Botol Sosro.
Implikasi manajerial dari hasil penelitian ini adalah :
(1) Produsen yang mengetahui persepsi responden terhadap atribut yang dianggap penting akan memfokuskan dalam memperbaiki kinerja atribut yang telah ada dan bahkan meningkatkan kinerja atribut untuk masa yang akan datang,
(2) Berdasarkan hasil pemetaan persepsi maka manajemen perusahaan harus dapat mempertahankan kinerja atribut kebersihan botol, isi dan tutup, volume dan variasi rasa pada Frestea yang dipersepsikan tinggi oleh konsumen. Hasil analisis biplot diperoleh posisi relatif atribut
produk yang melekat pada Frestea yaitu kebersihan botol, isi, dan tutup, volume atau isi dan variasi rasa. Atribut-atribut tersebut terutama atribut variasi rasa dapat menjadi kekuatan dari Frestea sehingga untuk membedakannya dengan produk pesaing maka manajemen perusahaan harus secara aktif mengkomunikasikan kekuatan tersebut sebagai bagian dari strategi diferensiasi kepada konsumen. Manajemen perusahaan melakukan komunikasi kekuatan atribut-atribut produk Frestea sebagai bentuk dari edukasi terhadap konsumen dengan membagikan contoh produk secara gratis.
(3) Manajemen perusahaan dapat melakukan usaha untuk mengubah sikap konsumen terhadap produk Frestea yang kurang disukai dibandingkan Teh Botol Sosro. Langkah produsen Frestea untuk mengubah sikap konsumen untuk lebih menyukai produk Frestea terutama terhadap atribut-atribut yang memilki nilai skor sikap atribut yang lebih rendah dibandingkan Teh Botol Sosro. Usaha-usaha pemasaran dapat dilakukan terhadap atribut-atribut citarasa teh murni, aroma dan kemudahan memperoleh. Manajemen perusahaan dapat melakukan edukasi kepada konsumen mengenai kenikmatan mengkonsumsi minuman teh dalam kemasan botol dengan aroma melati serta mengintensifkan usaha pemasaran.
PROSPEK BISNIS
Dilihat dari model bisnis, situasi pasar, & persaingan prospek bisnis ini masih sangat baik. Perusahaan ini membuat suatu program yang dinamakan Graduate Trainee Program (GTP), yang merupakan bagian dari pengembangan SDM. GTP merupakan pelatihan terstruktur selama satu tahun bagi professional muda/lulusan baru untuk membentuk pemimpin masa depan yang dinamis, berdedikasi tinggi dan tanggap.
Keprofesionalisme para karyawan perusahaan ini sangat tinggi hingga memberikan kepuasan lebih pada pelanggan, dengan semakin puas para pelanggan maka akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.
Situasi pasar di indonesia untuk minuman teh dalam kemasan juga masih sangat baik. Dari tahun ke tahun jumlah konsumen mengalami peningkatan,walaupun angkanya masih dibawah negara-negara asia lain nya.
Sedangkan untuk persaingan memang masih sangat ketat seperti yang tertulis di laporan penelitian diatas, tetapi dengan adanya inovasi-inovasi terbaru dari perusahaan akan dapat mempertahan kan perusahaan ini.
TAMPILAN SITUS
Tampilan situs dari FRESTEA sangat menarik karena didominasi oleh warna & gambar menarik tentang produk FRESTEA. Menu dan nafigasi sangat mudah diakses oleh pengunjung situs tersebut. Situs ini sangat lengkap mulai dari informasi tentang produk hingga peluang kerja & cara menjadi relasi bisnis dengan FRESTEA.
DAFTAR PUSTAKA
www.cocacola.com
boleh tau info yg lebih rici donk
BalasHapus